Titis Sapto's posts with tag: daily ilfe
Butuh waktu satu tahun lamanya untuk saya kembali menyaksikan film garapan Riri Riza ini. Film yg berhasil dibawa Riri and the gank ke festival-festival film cukup ternama di seluruh dunia. Walau banyak kritikan dari berbagai kalangan mengenai pointless-nya film ini, saya tetap berpendapat bahwa 3 Hari Untuk Selamanya adalah film Indonesia terbaik yg pernah saya tonton (selain tentu saja Berbagi Suami, namun itu beda point of view). Film ini saya anggap terbaik karena banyak aspek-aspek yg sangat dekat dengan kehidupan pribadi saya. Karakter Yusuf yg diperankan oleh Nicolas Saputra kurang lebih sama dengan karakter saya dalam kehidupan sehari-hari. Walau ada perbedaan sedikit, namun saya bisa merasakan Yusuf itu gue banget ! Jadi ketika dalam film ini diceritakan perjalanan Ambar dan Yusuf selama 3 hari ke Yogya, dengan segala obrolan-obrolan mereka tentang segala hal, dari yg penting sampai yg tidak penting (walau banyak obrolan mereka ga penting krn dibawah pengaruh ganja), saya seperti merasakan menjadi Yusuf. Mengingat masa dimana saya juga pernah terlibat obrolan-obrolan seperti itu dengan seorang wanita dengan karakter mirip dengan Ambar. Dibilang penting atau ga penting pembicaraan kami tidaklah berpengaruh karena we’re having a great time.  Ya saya tahu banyak orang mem-bash film ini karena cerita yg cenderung datar dan pointless, tapi Riri Riza juga tahu bahwa banyak juga anak muda diluar sana yg berkarakter atau pernah dalam posisi seperti Yusuf dan Ambar. Ditambah keseluruhan film ini saya melihatnya sebagai film yg sangat independent. Film yg dibuat secara natural, apa adanya, tanpa memperdulikan apa nanti pendapat orang ketika selesai menonton film ini, suka syukur, ga suka yaudah gpp. Tidak heran kalau film ini sukses dibawa ke festival-festival film mancanegara. Sebuah film yg sangat jarang ditemui di Indonesia. Once again, well done Riri Riza. Great soundtrack by FLOAT. And last but not least, tolong dirilis dalam format DVD, karena format VCD yg saya beli kmarin kurang nendang untuk film berkualitas seperti ini plus banyak scene yg disensor, apalagi adegan penting di akhir film.
Kapan ya ada film seperti ini lagi di Indonesia ??? Hmm…Time will tell. Mudah-mudahan setelah menggarap Laskar Pelangi, Riri Riza membuat film seperti ini lagi. Untuk review saya tentang film ini : 3 Hari Untuk Selamanya
3 hari menjelang hajatan terbesar sepakbola Eropa, Euro 2008 yg untuk kali ini akan diadakan di dua negara, Austria dan Swiss. Mengingatkan saya kepada format piala dunia 2002, Jepang dan Korea, bahkan mengekor Asian Cup 2007 tahun lalu yg bertuan rumah 4 negara sekaligus. Berbicara tentang hajatan akbar sepakbola, pasti berbicara juga tentang jutaan bahkan milyaran penggila sepakbola diseluruh dunia yg akan disibukkan oleh event empat tahunan sekali ini. Para pekerja kantoran pusing mengatur jam tidurnya agar urusan di kantor tetap fit sementara di rumah tidak mau kelewatan satupun pertandingan. Para businessman atau pengusaha harus pintar membagi waktunya agar urusan bisnis tidak tercampur dengan urusan sepakbola.. Para mahasiswa mulai mengatur jadwal agar tidak tertidur ketika diadakan kuliah pagi. Para adik-adik yg duduk di bangku sekolah ada yg senang ada yg merana. Yg sudah melaksanakan ujian bisa menjadikan Euro sebagai hiburan di kala liburan, sementara adik kelasnya, menggerutu karena harus merelakan kehilangan sebagian pertandingan karena harus belajar dan tidur demi ujian kenaikan kelas. Para pengganguran tentunya yg akan berbahagia karena bisa fokus menyaksikan turnamen ini secara utuh dari awal sampai final nanti. Para wanita, ibu-ibu, pacar-pacar, istri-istri yg tidak menyukai sepakbola tentunya harus rela pasangannya selingkuh selama sebulan ini. Saya sebagai salah satu bagian dari lingkaran penggila sepakbola tentunya juga repot dan pusing setiap menjelang hajatan akbar sepakbola. Jika saya dikelompokkan dalam kelompok diatas pada saat bisa masuk dalam kelompok mana saja kecuali pelajar dan wanita. Pekerjaan kontraktor di perusahaan ayah saya lagi sepi order, pekerjaan di bidang musik masih bisa diatur waktunya, dan pekerjaan utama saya saat ini adalah menyelesaikan Skripsi. Sebenarnya skripsi saya sudah memasuki tahap akhir, tinggal diperlukan sentuhan akhir, revisi sedikit maka saya sudah siap maju sidang, masalahnya ya ini.. Euro 2008. Saya tidak akan nekad memaksakan sidang dikala turnamen akbar ini, karena sudah pasti tentunya saya tidak bisa konsen dan fokus, saya juga mempunyai sedikit sejarah yg kurang baik dalam bidang pendidikan di setiap turnamen akbar sepakbola. Berikut fakta-faktanya : - Euro 2000 : Tidak terlalu berpengaruh, karena saya pada waktu itu masih SMU, dan seingat saya turnamen itu digelar pada saat saya liburan panjang. - World Cup 2002 : Turnamen diadakan dikala saya mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan SPMB, pada saat itu pertandingan diadakan siang,sore sampai malam hari. Karena itu saya sering bolos bimbingan belajar karena paginya ngantuk, setiap malam tidak pernah belajar untuk persiapan SPMB karena sibuk menonton dan mengikuti perkembangan world cup. Alhasil ketika mengikuti ujian SPMB saya seperti kekurangan amunisi, yg ada diingatan saya hanya dua gol Ronaldo di final, serunya Turki vs Korea Selatan di partai perebutan tempat ketiga dan sensasi Senengal di Korea-Jepang kala itu. Saya gagal masuk UI. Haha. - Euro 2004 : Piala Eropa kedua saya yg berhasil saya ikuti dari awal sampai habis, dikala itu turnamen diadakan ketika saya mengikuti semester pendek atau padat. Saya mengambil dua mata kuliah. Dikarenakan pertandingan diadakan dini hari, saya jadi sering bolos kuliah pada paginya, untungnya bisa diabsenin jadi gak masalah, tapi tetap saja ujian nge-blank. Alhasil satu matakuliah dapet C (ini hoki karena dosennya dah pasti lulus kalo masuk terus), yg satu lagi gak lulus, dapet E. Hahaha. - World Cup 2006 : Turnamen diadakan lagi-lagi ketika saya mengikuti Semester Pendek. Walaupun saya tahu saya akan tidak fokus, saya tetap nekad ikut SP, dan gilanya lagi saya mengambil 3 matakuliah yg luar biasanya susah. Dalam hati saya, bisalah saya sesuaikan waktu nonton dan belajar untuk kali ini, gak terlalu excited ini sama WC 2006. Hasilnya ? Dugaan saya SALAH BESAR. Saya mengikuti full turnamen dari awal sampai habis. Dan nasib 3 matakuliah itu ? Hancur lebur. Saya kembali membakar uang orangtua. Nilai D-E-E menghiasi KHS saya, bahkan untuk satu matakuliah saya tidak mengikuti ujian karena ngantuk berat sehabis nonton babak perempatfinal. - Asian Cup 2007 : Yg ini paling istimewa, karena saya merasakan saya mendapat balasan yg setimpal atas kesetiaan saya mengorbankan apa saja demi sepakbola di tahun-tahun sebelumnya. Saya diterima kerja menjadi volunteer di turnamen ini. WOW ! Bekerja di sebuah turnamen yg sekelas dengan European Cup adalah mimpi yg menjadi kenyataan. Getting paid for watching football. Memang bekerja dalam bidang yg kita senangi adalah hal paling membahagiakan di dunia, saya menikmati setiap menit bekerja dalam event Asian Cup ini. Tapi adakah yg dikorbankan ? Ternyata ada ! Hahaha. Saya harus melewatkan satu ujian akhir yg ujung2nya saya bakal dapet E karena saya karena harus mempersiapkan pertandingan Indonesia vs Bahrain. Apakah saya menyesal ? Tidak sama sekali, karena jikalau saya datang pas ujian, saya toh tidak akan konsen dan sudah pasti blank dalam pengerjaannya, karena selain tidak belajar sama sekali, pikiran saya pasti melayang ke Senayan membayangkan atmosfir disana. Hahaha. - Euro 2008 : Demi menghindari hal-hal yg tidak diinginkan, tampaknya saya harus menunda sidang saya sampai selesai turnamen ini, agar semuanya berjalan dengan lancar, karena kalo saya nekad mau daftar sidang untuk bulan ini atau bulan Juli awal. Hmmm.. Saya ngeri membayangkannya. Hahaha. Karena pastilah saya tidak bisa fokus (itu udah jadi harga mati ! Haha). Jadi, selama EURO ini diharapkan saya bisa menyelesaikan skripsi saya, kemudian diacc, dan ketika selesai Euro baru saya mendaftar sidang, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Doakan saya ya teman-teman. Hehehe. Itulah mengapa saya selalu mengatakan bahwa TURNAMEN SEPAKBOLA ITU RACUN ! Dibilang racun karena kalo saya biarkan terus menerus tanpa kontrol bisa membahayakan karir saya. Karena sepakbola telah mendarah daging dalam kehidupan saya, merupakan salah satu elemen terpenting dalam hidup. Bukan menjadi racun kecuali jika dalam beberapa tahun mendatang saya bisa bekerja dalam bidang persepakbolaan atau istilahnya getting paid for watching football. Tapi jika tidak, maka setiap turnamen pasti saya akan menulis jurnal seperti ini. Jika saya sudah bekerja secara tetap nanti, mudah-mudahan bos saya di World Cup 2010 adalah penggila sepakbola juga, jika tidak ? Repotlah saya. Hahaha.
Dimulai dari smalem, ketika kompie ini jalan-nya sudah mulai melambat, mouse kadang tidak bereaksi. Udah mulai curiga, wah apakah ada virus ?! Akhirnya tadi sekitar jam 8an, terbukti kalo komputer ini disusupi virus, pas dinyalain, udah loading XP dan deng !!!!! GA BISA MASUK ke WINDOWS !!!!!
Jadi abis loading XP kelar, harusnya kan keluar blue screen milih user account yg akan digunakan, nah ini nggak, udah stuck aja gitu, nge-gantung beberapa detik sampe akhirnya nge-restart sendiri ! Dammit !
Gue coba repair windows-nya, tetep gak bisa ! Wah kyknya musti di-format ulang nih ! Gue udah mikir aja, gawat bener banyak data-data penting yg blom ke backup di C: ! Alhamdulillah, Tuhan masih baek sama gue, ternyata bisa masuk SAFE MODE, nah disitulah gue mulai kerja bakti backup-backup.
Setelah selesai burn dan backup file, gue install ulang deh, alhasil sekarang dah kembali suci lagi nih kompie, hehehe, browsing juga berasa lebih cepet nih. Dan gue langsung install antivirus yg terbaru dan terampuh ! Kecewa gue sama antivirus yg dulu. Walaupun gue harus masuk2in banyak software dan dokumen lagi, ada bagusnya juga diinstall ulang, selaen nge-refresh kompie ini, gue jadi lebih selektif milih2 software yg bakal gue install di kompie gue ini. Musti software yg berguna bagi kebutuhan gue dan yg paling oke !
Banyak terimakasih gue sama internet dan situs2 penyedia software gratis nan ampuh, skrg jadinya software di kompie kebanyakan Freeware tapi mantep abis. Ada hikmahnya juga ternyata kena virus dan musti install ulang kompie !
 Girl of The Year ! Harusnya dia udah mulai nyicil ngebuat buku berisi quote-quote yg pernah ia ucapkan. Kalo dia lupa, ini gue bantuin deh biar inget. Hehehe. Grup-nya di Facebook aja udah 2 biji : http://www.facebook.com/group.php?gid=22602170912http://www.facebook.com/group.php?gid=8573214575Wakakakak.. Setiap dia ngomong bikin gue mules-mules ketawa aja. Quote-quote Cinta Laura : "Aku pengen ke America atau ke England kalau udah masuk ke university. Kalau di England pengen ke Oxford. Kalau di America pengen ke Harvard atau Yale/Princeton" "Banyak orang-orang yang ikut dunia entertainment langsung drop out of school, itu menurut aku that's really really stupid. Soalnya mereka nggak pikirin long term" "Aku gak suka dengan istilah boyfriend..aku lebih suka disebut teman dekat..teman buat punching, running,lari lari kecil ..." "Not all beautiful people bisa menjadi famous"- " Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta "- "Udah ujyan, beychek, gak ada oyjek" "Aku ada masalah dengan gastrow aku, jadi gak bisa puasa" "Kata mama, perfume itu wanginya gak longlasting. jadi mendingan kasi bracelet from platina" "Aku kalow di dalam negeri sukanya liburan ke Bali karena aku punya apartmen disana" "Aku udah keliling keliling dunia, ke London, German and several countries karena papaku General Manager di Hyatt" "Cinta mengucapkan selamat puasa semuanya. Rock on! " "Makanan favorit Cinta tuh, cuna syusyi (tuna sushi maksudnya )" "Kamu nggak cocok pake logat english karena kamu dari kecil tinggal di Indonesia " -Cinta Laura pada Samuel Zylgwyn artis ABG berwajah Indo tapi lahir & besar di indonesia- "Cinta ingin berhenti waktu career Cinta sedang naik, biar tetap dikenang so kalau orang-orang mengingat Cinta itu oh my God, Cinta Laura." "Cinta mengajar di sekolah untuk anak-anak ini karena pendidikan di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan di German. Indonesia kan negara miskin, banyak orang-orangnya masih bodoh, tidak sekolah" "Waktu Cinta study tour ke India dari sekolah disana negaranya lebih kotor, banyak orang-orang miskin, rumah- rumah jelek di pinggir jalan. Orang-orang tidur di stasiun kereta, iuuugghhh" "Dari kecil papa sudah punya banyak mobil waktu di German kita punya 5 mobil tapi karena garagenya tidak cukup jadi papa menjual mobil-mobil itu tinggal 2. tapi aku paling suka yang Audi A4" "Aku nggak pernah minta-minta. Aku nggak ikut casting. Seumur hidup aku belum pernah ikut casting sama sekali. Aku ditawarin sama MD (MD entertaintment, rumah produksi –red), karena aku kan di MD. Pokoknya aku ditawarin MD untuk main layar lebar dan aku belum pernah main layar lebar dan aku bilang, Sure, I wanna try it out" "Akyu darri kecil sukya sekyali music rock! n kyoleksi tengkyoryak, its kind a cool you know!!" "Well... i think global warming is cool !" "Laguny Mulan yg makhluk Tuhan yg paling sexy ichu sachu-sachuny lagyu bahasya indonesia yg ada di handphone akyu..lagu indonesia kan biasanya mellow atau rock gityu..capi lagu mulan beda. ada arabny, violin, rock..pokoknya kyeryen..akyu suka" "Akyu pengen jadi penyanyi seperti Mulan" "Ahmad Dhani is very cool .. aku taunya dari mama" "Education is totally number one" "Aku gak mau belajar tari bali. THATS SO NOT ME! akyu sukanya yg dance2 modern gitcu" "Wambut (maksudnya rambut) aku natural aja, soalnya wambutku texture-nya udah mulai ilang. Sebenawnya aku gak cerlalu banyak rules, modelnya whatever, asal gak cerlalu banyak blow." "Aku sekawang pake baju ini gak enak banget, pake high heels gak enak, wardrobe ini aku gak suka it’s like uncomfortable at all, ini bukan aku banget, aku comboy, aku cocok dengan jeans, basket balls, aku itu gak kaya cewek, ini mami yang maksa pake, biasanya aku pake jeans yang beney-beney baggy yang besaw, I’m gothic. Yaah, tapi biarpun gak asik just smile aja, kayak sekawang ini agak I’m like di dalam agak Ughh… pleeeease" "Kata mama aku harus fucking fucking gicu deh, biar lebih seperti adult" "Akyu kan masiyh umur 14 jadi gak cyocok kalo dibilang sexy" "Je-kahr-tha bahnjir karna sistem drainage-nya ga ow-kay jyadi water-nya ga bisa circulating" "Waktu akyu liburan ke bali semua orang ngenalin akyu, padahal akyu udah pake kacamata item, tapi tetep aja orang orang pada manggil manggil akyu cinta cinta" "I dhont really care abou' vahlenthine...shoalnya untuk nhunjhukin lhove ngga usyah vahlenthine's dhay.. bisya kaphan ajha..akhyu vahlentine's day phaling ngasih choklek ke temen-temen akhyu.. atau ngasyih choklek ke ghuru-ghuru...ashyik sih valentine's day syoalnya kitya bisya daphet choklek dhari ohrang yang chidak kitha thau..anonymous itchyu.. its like... im your secret admirer..." ""Aku ga mau makan sembarangan kalaw di tempat syuuting ajja aku ga makan karna ada em es ji nya mndg aku makan di cafetaria campus ku yang its all healthy - semua makananya sehat"" "Yah aku engghak suka yg anorexic gtu ya ga terlalu kuwrus dan ga terlalu gewndut gtu ya kayak ginilah pas seperti teenager badanya ok kan hehe" (sambil fitness nunjuk2 badanya sendiri) "Aku ingin ky Keira Knigtley d'Pirate of the carribean yg k'2...soalnya dia tuh cool bgt...keren..."" "Akyu sekarang gak makan nasi, paling cuma sayur ataw kentang ajha...itupun gak di gowreng tapi di rewbus ajha" "Akuw punya penyakit gastro...jadi akuw gak bowleh telat makan..." "Akuw mau dibikinin lagu sama mas Dhani kawrna its pretty cool, daripada lagu dangdut Malesssss Bangetttt dengernyaaa atau lagu Rock seperciii(sperti) Avrill Lavigne, Icuuu(ituu) Kerwennn(keren) bangget?" Hiduppp CLK ! Ayo buat qoute-quote yg memorable lagi, you're just like masi 15 tahun gitchu lhoo.. Hehehehe..
 Kocak ? Kasar ? atau malah Kreatif ? Nah itulah tulisan yg gue liat kmaren di bagian belakang kaos salah satu tukang parkir pas gue mampir ke Warung Lela di Bandung. Di depan baju-nya ada tulisan : VIKING - gede banget ! Di belakangnya ada tulisan itu dgn gaya tulisan seperti gini : KetikPERSIJASpasi ANJINGKirim ke NERAKAGue spontan ngakak di dalem mobil pas ngeliat tulisan itu. Pas turun gue cuma bisa mesem-mesem aja, pengen banget gue foto, tapi agak males euy, nanti dikirain itu tukang parkir gue pasti orang Jakarta, pendukung Persija lagi, hehehehe.. Gue cuma bayangin kalo tukang parkir itu ke Jakarta pake baju itu bakal diapain ya sama orang-orang The Jak ? trus gue juga bayangin, kalo ada orang The Jak yg kebetulan ke Bandung trus liat baju itu, kira2 mereka bakal ngapain ya ? Memang Persija sama Persib kagak ada mati-nya deh kalo soal musuh2an. Jadi gak sabar musim depan pas kedua tim bertemu. Anyway, karena topiknya masih hangat soal sepakbola nasional, gue mau mengucapkan selamat kepada laskar Wong Kito, SRIWIJAYA FC yg berhasil meraih double winner di kompetisi Liga Indonesia dan Copa Indonesia. Kredit terbesar harus diberikan kepada coach Rahmad Darmawan. Semoga dia bisa jadi pelatih timnas, kalo ternyata Bendoel ga bisa memberikan yg terbaik buat timnas nantinya. Oiya ngomongin final tadi, kedua kiper emang pantes banget jadi kiper utama timnas. Baik Feri Rotinsulu dan Markus Horison bermain sangat gemilang. Cuma ketololan sedikit dari Markus di menit 24 babak perpanjangan waktu kedua membuat PSMS harus takluk. Markus emang jago, cuma kalo udah sekalinya tolol, jadi ngaruh ke penampilan tim. Jadi inget pas dia kebobolan lawan Syria lewat kolong. Parah banget, cuy !
Jurnal ini diinsiprasi oleh kejadian beberapa menit yg lalu ketika gue dan bokap kelaperan, masakan nyokap dah abis, mau masak indomie males, nunggu tukang nasi goreng atau tukang sate gada yg lewat dan akhirnya gue disuruh keluar beli nasi en mie goreng di jalanan depan. Tukang langganan nasi goreng di depan kebetulan udah tutup, untungnya ada tukang dok-dok yg lagi ngetem gak jauh dari situ. Gue mesen nasi goreng dan mie goreng, sambil abangnya goreng-goreng gue iseng nanya aja : Gue : ”Bang, apa sih yg ngebedain tek-tek sama dok-dok ?” Abang : ”Ouww itu mas, kalo dok-dok lengkap, ada nasi goreng, mie goreng, mie rebus, sampe kweetiaw goreng, trus pas goreng dicampur lagi sama bakso (dulu sih pake daging ayam, cuma berhubung ayam mahal diganti), bumbu kita juga agak-agak beda lho, nah kalo tek-tek cuma murni nasi/mie goreng sama telor dicampur trus disajikan pake kerupuk dan acar, ga pake embel-embel laennya.
Gue : ”Koq bisa beda gitu padahal harga sama aja ?” Abang : ”Wah kurang tau juga mas, saya juga baru 2 bulan jualan dok-dok” Gue : ”Ampun dah bang, kirain situ dah expert trus tau kenapa bisa beda, jadi saya harus cari tukang dok-dok laen donk bang buat tau jawabannya?” Abang : "Ntar saya tanya temen saya dulu deh mas" *nyengir Gue : "Hah ? Emangnya ntar kalo udah tau abang mau nyamperin rumah saya buat kasi tau jawabannya doank?" Abang : *nyengir kuda
Nah ada yg tau jawabannya gak ? Masi jadi misteri nih, hahahaha..
This journal entry is taken from one of group on Facebook.
If you can drive well in Jakarta, you can drive anywhere else in the world !
That’s right, if you can drive well in Jakarta, you can drive anywhere else in the world. But the converse is NOT always true. Picture a typical situation on a bright sunny day in Jakarta with you on the steering wheel of a manual-geared Toyota Kijang. You are on your way from Sudirman to a meeting point at Kebayoran, which is starting in 30 minutes. The traffic jam is at its worst because it’s the peak hour of lunchtime + the end of school hours + rush hour for meetings. You know the fast lane is not always the best choice as the traffic in the slow lane usually slackens off after a major divergence. Thus aptly, you switch lanes from the slow to the fast lane and vice versa, with high skills and remarkable precision. Your intuition knows exactly when to speed up and slow down. You overtake the cars ahead that you deem hindering your movement, without any alarm of endangering all other road users. Horn and front lights are appropriately used every time you see vehicles ahead are closing by or switching to your lane. Just before the notorious roundabout, the slow lane, the fast lane, and the busway (yes don’t forget the big brother) converges, making the most chaotic and disorganized traffic mankind has ever defined. Your room is increasingly narrowing as all vehicles try to get their way past the roundabout, creating more lines of vehicles than the road should accommodate. The Kopaja (public bus) next to your car is only at finger-length distance. But you are not scared at all. Wonderfully, you manage to get your car to the fastest-moving line at the utmost right hand side while you are actually at the utmost left hand side line. Brilliant. After passing the roundabout you go straight down towards Blok M. Your enemies this time are Metromini and Angkot (public mini-buses). For the sake of getting passengers, these vehicles believe that they have the rights to stop wherever and whenever they like. You have ever wanted to snarl at them, but you know it is all in vain, because they think they are the rightful owner of roads in Jakarta. Period. Moreover, its big brother, Metromini, is reputable for making the most unexpected turns and maneuvers as they join your line. Other than that, there is also the smallest brother, Bajai, which is insidiously mysterious. It could go right or left, anytime it wants without giving any signal. Only God knows when and where it is making those turns. We, human beings, can only pray it doesn’t happen right in front of you when you are caught unaware. But you are a skillful driver. You breeze through them without losing any cool or temper or concentration. Don’t forget the motorcycles. They are always in a massive horde. And they like to speed up, randomly. If they slam into your car, you are to blame. So you know you don’t want to waste your time with them. At any one random time, you could be in a situation where your car is surrounded by 4 motorcycles, on all 4 sides of your car. The one in the front doesn’t have a mirror. The one on your left has 3 persons on the seat. The one on your right has a fragile small boy clinging to his dad with feeble grip on his dad’s tummy. The one behind doesn’t have front lights. ALL of them do not wear helmets. Wrong decision and you are pretty much fucked, regardless who is blameworthy. But you are a virtuoso. You get yourself out of that situation with lovely maneuvers, without harming any of those 4 bikes. When you think you are out of the shit hole, somebody jaywalks across the road. Unconcerned and unaware of your speeding car. In a split of a second, you make an accurate decision between accelerating and slowing down. You take a deep breath. The road is tapering. Without any intention to decrease your speed, you ride past that road with adorable certainty and confidence. All of a sudden, from the front side of a parked bus at the side of the road, a ‘gerobak’ (cartwheel) emerges as it jolly moves across the street. Looking at the mirror, applying brake, but keeping eyes focused on the traveling cartwheel are all done in a simultaneous order, ensuring a smooth flow of the car. Finally you have arrived at your destination. But it doesn’t give you a relief yet. You are just about to be tested on your ultimate driving proficiency. You have to park your car, on a parallel parking on an inclining slope, in between 2 luxurious cars owned by an ex-Indonesian army chief. Drains (or in Indonesia we call it 'selokan/ got') are on both sides of the narrow slopes. Don’t forget, you drive a manual-geared vehicle. But again, and again, you succeed, because you drive really well in Jakarta, and you know no other drivers in the world can match your driving skills. In conclusion, join this group if you relate yourself to some of these points: - used Toyota Kijang when you learned to drive. - started your first lesson on driving when you were in junior high school. - have ever dented your father’s car and took it to ‘Ketok Magic’ without telling your dad. - never know of any speed limit in Jakarta. - know the time frame of ‘3-in-1’ and ‘one way only’ at certain locations in Jakarta. - always keep at least Rp50,000 somewhere in your car (usually in the key pouch) in case shit happens when you break the law. - have ever bargained with the police officers when you get fined. - hate the motorcycles when you are in a car, but you would do the same anyway if you are on the bikes. - have ever scoffed at other kids who drive better car. His automatic gear is the main reason why you think he can’t drive, and thus should never be allowed to go out in his fancy car. - hate angkots and metrominis for their senseless driving. - have ever bumped any types of public transport (angkot, kopaja, metromini). - as of above, but you chase the bastard until he gives you a compensation even if he looks like ‘preman batak’ because you fear your dad more. - usually have your first (and the subsequent ones, of course) driving license without going through any proper driving test. - think that you can drive with your eyes closed in USA. - always blame on anything else, but not your driving skills, when you actually have ever failed driving test abroad, because you think you have more skills than the tester based on your experience with the worst traffic in Jakarta. - think that Singaporeans cannot drive a car, because 80% of the cars there are automatic. - think that Singaporeans cannot drive a car because there are no slopes or undulating roads there. - strongly agrees that any Singaporean who has ever failed a driving test should not even be allowed to sit next to the driver. That is just way too dangerous. Period. - you understand these terms: 'jalan tikus', 'nitip sidang', 'polisi cepek', 'joki 3-in-1', 'sim tembak' - strongly advocates the use of Indonesian driving license as a highest qualification for a driving permit that is recognized all around the world. Simply because we have the highest standard in ‘difficulty’ rating. Drive safely guys! Cheers!
| |