Titis Sapto's posts with tag: asian cup

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag asian cup
Yahhh.. Gak bakal lolos deh! Hehe.. Tapi gpp, yg penting bisa nonton tim Australia maen di Senayan dan berharap ada keajaiban untuk tim nasional tercinta kita!

Dari Pssi-football.com :

Indonesia tergabung di grup maut dalam kualifikasi Piala Asia 2011 Qatar. Kepastian itu diperoleh dari hasil drawing yang berlangsung Kamis (3/7) malam tadi di Aspire Dome, Doha, Qatar. Ikut hadir dalam acara tersebut, pelatih timnas Indonesia Benny Dollo. Tiga kompetitor Indonesia di grup B kualifikasi Piala Asia 2008 adalah Australia, Oman dan Kuwait. Grup ini bisa dikatakan sebagai yang terberat dibandingkan grup lainnya karena dihuni oleh tim-tim kelas satu Asia.


Dalam catatan terakhir pertemuan dengan ketiga negara tersebut, Indonesia tidak pernah memenangkan pertandingan. Indonesia terakhir kali bertemu dengan Australia di Melbourne pada tanggal 29 Maret 2005 dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah. Saat itu Indonesia dilatih oleh Peter Withe, sementara Australia diperkuat pemain bintangnya seperti Kalac, Emerton, Vidmar, Aloisi dll.

Tahun lalu, atau tepatnya pada tanggal 24 Juni 2007, Markus Harison dkk juga takluk 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan itu merupakan uji coba jelang berlangsungnya Piala Asia 2007. Oman saat itu diperkuat oleh kipper Bolton Wanderers Al Habsy yang berhasil mementahkan tendangan penalti Bambang Pamungkas.

Lawan terakhir yakni Kuwait, selalu bermain imbang dengan Indonesia dalam dua pertemuan terakhir di Piala Asia 1996 dan 2000. Pada tahun 1996, Indonesia yang dilatih oleh Danurwindo bermain imbang 2-2 dengan Kuwait, setelah unggul 2-0 lebih dulu lewat gol spektakuler Widodo C Putro dan Ronny Wabia. Sementara pada Piala Asia 2000, kedua tim bermain imbang 0-0. Indonesia saat itu dilatih oleh Nandar Iskandar.

Sementara itu, dalam kualifikasi Piala Asia 2011 ini terdiri dari lima grup. Rangkaian pertandingan kualifikasi akan berlangsung di tahun 2009.
 

Grup A
Jepang
Bahrain
Hong Kong
Yaman

Grup B
Australia
Indonesia
Oman
Kuwait

Grup C
Uzbekistan
UAE
Malaysia
India

Grup D
Vietnam
China
Syria
Lebanon

Grup E
Iran
Thailand
Yordania
Singapura

ddd
dThumbnaild
ddd
Tadi lagi ngubek-ngubek My Pictures tiba-tiba saya meilhat satu folder bernama : BANDARA ! Folder itu berisi foto-foto ketika saya sedang bekerja di Soekarno-Hatta International Airport bulan Juli lalu ketika event Piala Asia berlangsung.

Saya waktu itu ditempatkan di bagian Protokol, tugasnya nganter jemput tamu-tamu VIP AFC Delegation dari bandara menuju hotel maupun sebaliknya, nah foto-foto ini diambil ketika saya selama 4 hari penuh harus bekerja full time terus di bandara karena flow tamu yg datang di kala itu sedang banyak-banyaknya, maklum final berada di Jakarta sehingga semua tamu penting di dunia sepakbola otomatis hadir disini dan musti mendapat pelayanan kelas satu dari pihak tuan rumah Indonesia.

Banyak kenangan, banyak cerita, banyak suka maupun duka ketika saya dan teman-teman yg lain bekerja di bandara utama di Indonesia ini. Satu hal yg pasti, pengalaman bekerja di dalam bandara menjemput tamu-tamu adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Karena saya sedari kecil terobsesi dengan bandara, dan ketika mendapatkan pekerjaan seperti ini. Wow ! Betapapun capeknya saya, akan saya jalani dengan sepenuh hati dan ikhlas tentunya.

Anyway, foto-foto ini kebanyakan diambil di terminal 2F, tempat dimana saya bekerja kala itu. Daripada bengong menunggu, mending foto-foto, iya gak ? Hehehe.. Makanya mohon maaf kalo banyakan foto-foto dibawah ini banyakan pose narsis dan gokil, haha

Ahhh. Rasanya ingin kembali ke bulan Juli 2007.


Kalau gue ditanya sama orang : So far, what is the best moment of your life ?

Udah pasti gue langsung jawab, pengalaman gue bekerja selama Piala Asia 2007 di bulan Juni-Juli kmaren. Man, getting paid for watching football. Siapa yg gak pengen ? :p

Nah, menyambut laga pra Piala Dunia antara Indonesia vs Suriah yg akan digelar pada hari Jumat nanti di stadion Gelora Bung Karno, ingatan gue langsung berjalan mundur pada momen Piala Asia yg digelar beberapa bulan lalu itu. Boleh ya gue cerita-cerita dikit tentang pengalaman gue di Piala Asia kmaren.

Walaupun gue udah pernah langsung nonton segambreng musisi-musisi jazz ternama manggung di depan mata kepala gue (termasuk Jamie Cullum dan Sergio Mendes), well sorry to say, kayaknya pengalaman itu kurang nendang dibandingkan pengalaman gue selama di Piala Asia kmaren.

Kenapa momen Piala Asia kmaren begitu berkesan buat gue ? Karena gue bener-bener merasakan bagaimana bekerja dalam suatu event sepakbola bertaraf internasional, segala macem privilege gue dapet selama event itu. Kebetulan posisi gue juga enak banget, di bagian Protokol. Bagian gue boleh dibilang bagian paling mewah sekaligus paling berat diantara semua bagian yg ada dalam suatu event. Paling enak karena gue selalu mendapatkan pelayanan first class, sehubungan dengan pekerjaan gue yg sifatnya melayani dan menjamu tamu-tamu VIP agar nyaman selama berlangsungnya penyelenggaraan Piala Asia, jadi otomatis gue harus diservis dengan maksimal juga :p Beratnya sih bagaimana agar tamu-tamu yg gue jemput itu gak bete dan gak komplain atas pelayanan yg gue berikan, bisa diaturlah kalo itu, terbukti Indonesia dipuji oleh AFC sebagai negara yg memberikan hospitality terbaik dari keempat negara dalam Piala Asia kmaren ;)

Disaat semua orang hanya boleh menjemput orang di bandara sebatas di pintu luar saja, saya dengan enaknya mendapatkan ID Bandara (yg gue tau susah banget dapetnya), dan bebas menjemput di area yg gue mau, alhasil saya menjemput tamu-tamu itu di ujung belalai ketika penumpang pesawat turun. Keuntungan lain adalah selama 2 bulan itu saya selalu gonta-ganti mobil, dari Xenia - Innova - New Camry - Alphard - Mercy C Class udah pernah saya jajal naikin, tergantung seberapa penting tamu yg saya jemput itu. Belum lagi kalau tamu-tamu itu termasuk tamu yg pengertian, hehehe, beberapa tamu suka memberi uang tip kepada saya, yg paling saya ingat adalah Peter Hargitay, tamu dari Inggris yg juga konsultan klub Chelsea, dia memberi saya uang tip sebesar 15 pounds, mungkin kecil bagi dia tapi jika dirupiahkan hampir mencapai 300 ribu (gaji gue selama dua hari).

Itu hanya privilege dalam bandara, setelah saya menjemput tamu, pasti tamu akan di drop di hotel Ritz Carlton, nah tugas saya selesai begitu tamu check-in di meja resepsionis. Setelah itu saya bebas tugas dan bebas mau ngapa2in di hotel, kebetulan selama Piala Asia kmarin, ada satu lantai khusus yg diperuntukkan bagi AFC Delegation dan LOC (Local Organizing Comitee). Di lantai itu tersedia hampir segala hal, akses internet, snack bar, mau ngopi atau nge-teh tinggal ambil sepuasnya. Pokoknya betah banget saya disana. Kalau lagi males pulang cepet-cepet, maka saya dan teman-teman saya nongkrong-nongkrong lama dulu di Ritz Carlton. Kalo kata teman saya selama 2 bulan itu hidup kita itu LG (Life is GOOD).

Nah setelah hotel, privilege ketiga yg saya dapatkan dalam event ini ketika di area stadion. Karena saya sudah bekerja di bandara, maka urusan bagian protokol di stadion bukan lagi tanggung jawab saya, yg berarti saya bebas tugas dan bebas nonton for free. Inilah bagian yg paling fun and fuckin’ awesome. Dengan hanya membusungkan dada, maksudnya memakai ID Card yg segede gambreng itu, semua bagian keamanan hormat kepada saya, wah pokoknya bener-bener ngerasa bos deh di event itu. Hehe.

Saya bebas masuk ketika timnas Korsel, Indonesia, maupun Arab Saudi mengadakan latihan, padahal latihan itu tertutup untuk umum. Saya bebas masuk ke area stadion dan foto-foto di bagian yg saya mau, saya bebas masuk ke media centre dan mengambil segala macam merchandise Piala Asia dan yg paling asik ketika ada pertandingan, saya tidak perlu ngantri panas-panasan beli tiket lagi, dan ketika orang-orang lain ngantri dari ring 3 untuk diperiksa tiketnya, saya dengan santai-nya masuk dengan (lagi-lagi) hanya membusungkan dada, hehehe, maka pihak keamanan langsung tahu kalo saya harus didahulukan dan diberi jalan masuk. Itu semua sampai ke dalam stadion, tas saya juga gak diperiksa karena kekuatan ID itu. Dan paling asiknya saya bebas milih dimana saya mau nonton. Alhasil selama Piala Asia saya berganti tempat dari VIP Timur - VIP Barat, pokoknya view yg paling baguslah yg saya tempati. Belum lagi ketika saya diharuskan mengganti beberapa teman yg berhalangan hadir di tim Protokol Stadion, saya ditempatkan di Royal VIP Box dengan view yg paling the best, di bangku-bangku kuning itu dan diatas-nya, tempat dimana yg diperuntukkan untuk orang-orang VIP saja (tempat dimana Presiden SBY dan wakil Presiden JK menonton), dan selesai pertandingan, ketika tamu-tamu itu sudah pulang, saya dibolehkan untuk makan di Royal Box, jadi makanan Ritz Carlton sudah lumrah ketika event itu berlangsung. Maknyuss semua pokoknya.

Semua privilege itu saya dapatkan dengan imbalan saya dibayar dengan jumlah yg menurut saya lumayan besar untuk kerja sambilan macam itu. Jadi biarpun saya capek-capekan selama event itu, kurang tidur, bolak balik terminal D-E dari pagi-malam, mengatur tamu-tamu, diomelin sama bos saya yg perfeksionis, imbalan yg saya dapatkan sangat setimpal. Saya bisa mendapatkan hal itu juga dikarenakan event ini diadakan oleh AFC (Asian Football Confederation), jadi duit dan segala fasilitas jor-joran dan super mewah. Coba kalo PSSI yg buat, mungkin ga bakal semewah ini mungkin. Dengan kasus NH yg sedang mencuat dalam organisasi PSSI sekarang-sekarang ini, tampaknya kita-kita yg bekerja dalam Piala Asia kmarin tidak dipanggil lagi oleh PSSI untuk membantu dalam laga pra-piala dunia 2010 hari Jumat besok melawan Suriah, mungkin karena dana yg terbatas atau entahlah apa.

Maka-nya ketika saya membaca harga tiket untuk pertandingan besok, saya dan teman-teman saya sesama rekan Asian Cup langsung agak kaget, koq tiketnya mahal ya ? Padahal sih kalo dilihat harga sama aja kyk Piala Asia kmaren, maka-nya dengan spontan saya langsung nyeletuk, kita kebiasaan gratisan sih, tempat bebas milih lagi, plus kadang disuguhin makanan super enak, jadi disuruh bayar begini pada bilang mahal deh. Indonesia banget ya saya dan teman-teman saya itu, mau-nya enak doank ! Haha. Sama aja kyk orang-orang yg biasa nonton Liga Inggris gratis skrg suruh bayar, pada proteslah, hehehe.




Saya sangat sedih timnas gagal melaju ke perempatfinal Piala Asia 2007.
Tapi dibalik kesedihan saya itu tersimpan rasa bangga yg sangat sangat hebat melihat perjuangan timnas Indonesia selama perhelatan Asian Cup ini, mereka bermain melebihi ekspetasi saya. Luar biasa penampilan mereka.

Kmarin setelah pertandingan Indonesia vs Korea selesai, saya masi tertunduk lesu krn harus menerima kenyataan bahwa timnas kalah dan tersingkir dari Piala Asia, tapi 1 menit setelah itu saya langsung bangkit dari tempat duduk saya untuk memberikan standing ovation kepada mereka krn sudah mempersembahkan penampilan terbaik-nya kepada saya dan seluruh masyarakat Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini.

Saya bangga punya tim nasional sepakbola yg bagus dan kuat. Dari dulu saya selalu kesal kalo ngeliat timnas kalah krn permainan-nya yg ancur, skrg saya bisa tersenyum dan bertepuk tangan salut walaupun timnas kalah tetapi selalu menampilkan permainan yg maksimal, habis2an dan mempertontonkan permainan terbaik mereka. Saya yakin dalam
kurun waktu 5 tahun mendatang, kita sudah bisa sejajar dengan negara-negara kuat Asia bahkan dunia. Amin !!



Maju Terus Tim Nasional Indonesia !! Kami akan terus mendukung kalian !!!


ddd
dThumbnaild
ddd
Baca suratkabar KOMPAS hari Minggu kmarin ? KALAH DENGAN KEPALA TEGAK !!! Begitulah headline yg tercantum besar di halaman muka suratkabar itu. Kata-kata yg membuat nasionalisme seseorang yg mengaku diri-nya berbangsa Indonesia pastilah bertambah besar atau bangkit kembali. Ya perasaan itulah yg timbul pada mayoritas penduduk bangsa ini ketika melihat tim nasional sepakbola kita sudah berada pada jalur yg benar, jalur kejayaan yg bisa membuat kita semua merasa bangga. Perasaan yg sudah lama sekali kita tidak rasakan.

Saya sendiri hari Sabtu kmarin menjadi satu dari 80 ribu lebih penonton yg setiap menit selalu berdoa, berharap, dan berteriak untuk mendukung kesuksesan timnas di lapangan hijau. Saya juga satu dari 80ribu lebih penonton yg dengan lantang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ketika lagu itu diputar. Saya juga satu dari 80ribu lebih penonton yg bisa menitikkan air mata dikala timnas dengan pahit harus kebobolan di menit 93, 1 menit lagi pertandingan akan usai. Saya juga satu dari 80 ribu lebih penonton yg setelah kekalahan itu, lantas berdiri dan bertepuk tangan salut atas perjuangan timnas kita yg sudah mati-matian memberikan yg terbaik bagi bangsa dan negara.

Kami salut atas perjuangan 11 orang yg ada di lapangan Sabtu malam kmarin. Kami bangga mempunyai tim nasional sepakbola yg sangat tangguh, tidak menyerah walau lawan lebih kuat. Kami akan terus dibelakangmu timnas, untuk terus mendoakan dan memberikan semangat juang di dalam stadion, semoga Rabu nanti, kalian bisa memetik hasil yg akan memberikan sejarah bagi bangsa dan negara ini. Amin !!!

Hari Rabu nanti, kita kembali MERAHKAN GELORA BUNG KARNO !!!!

MAJU TERUS GARUDAKU !!!!!!!!!!
INDONESIA RAYA !! INDONESIA JAYA !!!!!

Ps : Wasit Goblok.. Wasit Goblok.. hahahaha..

ddd
dThumbnaild
ddd
Setelah pertandingan Indonesia vs Bahrain selesai, dan setelah semua tamu VVIP telah meninggalkan ruangan Royal Box di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, kami yg bertugas disana diberi kesempatan untuk makan malam yg disediakan oleh hotel Ritz Carlton.

Secara tidak diduga, rombongan tim Republik Mimpi juga turut ikut makan malam bersama kami atas undangan salah satu pengurus PSSI, padahal mereka tadi-nya hanya menyaksikan pertandingan di kelas VIP. Ya mudah ditebak, makan malam kami menjadi lebih meriah dengan lawakan-lawakan dari mereka.

Dan kami juga tidak ingin melewatkan sesi photo-photo bersama mereka, apalagi bersama kembaran-nya mantan penguasa Orde Baru, pak Soeharto... ups kalau yg disini Pak Soeharta. Tidak semua anggota hadir, mereka yg absen adalah MegaKarti, SiButetYogya dan sekretaris mereka, Anya Dwinov dan Olga Lydia. Tapi tetap saja anggota inti hadir, apalagi bung JK (Jarwo Kuat), yg pada acara makan malam itu kerap melontarkan celetukan-celetukan jenaka.

Rencana-nya, kemenangan timnas atas Bahrain ini dan Piala Asia akan dibahas di segmen pertama acara mereka pada hari Jumat, 13 Juli 2007 esok di Metro TV jam 22.05 WIB.


Padamu Negeri.. Jiwa Raga Ini..

Kalimat itu terpampang besar pada salah satu spanduk yg terdapat di stadion Gelora Bung Karno, sore tadi. Spanduk yg otomatis membuat rasa nasionalisme kita bangkit, dan setelah wasit meniupkan peluit panjang pertanda pertandingan antara Indonesia vs Bahrain berakhir, hampir 70ribu penonton yg datang malam tadi bersorak-sorak bergembira, semua menyerukan Indonesia !! Indonesia !!! Indonesiaaa !!!! Saya bahkan sampai terharu melihat para penonton menyambut kemenangan timnas ini, atmosfer yg sudah lama sekali saya tidak saksikan dan rasakan.

Hal itu juga berlaku di bagian dimana saya ditugaskan, ruangan Royal VVIP Box yg diisi oleh orang-orang penting negara ini seperti menteri-menteri, sekjen, kapolri, kapolda, gubernur, ketua umum bahkan wakil presiden. Ketika Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas mencetak gol dan ketika wasit meniupkan peluit akhir, semua berbaur menjadi satu, tidak peduli pangkat dan jabatan, semua saling bersalaman, berpelukan, ber-high-five, dan berteriak Indonesiaaaa...

Kemenangan yg sudah lama sekali tidak kita rasakan di kancah sepakbola internasional, kemenangan yg mampu membuat 220 juta rakyat Indonesia bangga mempunyai timnas yg tangguh, bukan timnas yg bermental tempe dan kelas teri. Kemenangan yg membuat rasa nasionalisme yg semakin tinggi kepada timnas sepakbola Indonesia. Kemenangan yg bisa membuktikan kepada dunia atau setidaknya Asia, bahwa sepakbola Indonesia patut diperhitungkan sekarang. Kemenangan yg sangat berarti bagi kita semua..

Bagi saya pribadi, kemenangan timnas ini seperti ”kado” yg sengaja dipersembahkan kepada saya di hari dimana usia saya akan bertambah 1 tahun. ”Kado” itu bukan hanya berisi kemenangan timnas atas Bahrain, tetapi berisi kesempatan saya menonton di Royal VVIP Box bersama orang-orang penting itu dgn view yg paling bagus dari seluruh tempat duduk yg ada di stadion dan makan malam yg dihidangkan oleh hotel Ritz Carlton bersama para rombongan anggota Republik Mimpi yg hadir pada pertandingan semalam. It’s like just was set for me. Like a dream finally come true.

MAJU TERUS TIMNAS INDONESIA !!!
UKIR SEJARAH DI PIALA ASIA TAHUN INI !! INI KANDANG KITA !!!
PADAMU NEGERI !! JIWA RAGA KAMI !!!

ps : itu foto anggota tim Protokol Asian Cup bareng anggota Republik Mimpi di Royal VVIP Box Stadion Gelora Bung Karno setelah pertandingan Indonesia - Bahrain selesai, disitu the best view kalo nonton pertandingan, hehehe..


ddd
dThumbnaild
ddd
Tadi sore saya menonton latihan-nya tim Korsel di stadion Gelora Bung Karno sekitar jam 5 sore.

Gila !! Korsel emang bener-bener tim kelas dunia, latihan-nya dibagi 2 tim, saling tanding, serius banget, udah kyk pertandingan beneran. Oper2an-nya canggih, tendangan first-time-nya kenceng dan terarah, keeping ball-nya bagus, stamina dan fisik sangat mendukung, strategi juga paten ! Ditambah kiper yg jempolan.

Gue rasa mereka calon kuat juara Piala Asia tahun ini. Sayang banget ya Park, Seol, Lee ga bisa maen, kalo mereka maen, gue ga bayangin bakalan lebih dayshat kyk apa.

Nih gue kasi foto2nya, gue jamin ekslusif hanya di multiply ini, krn emang tadi latian-nya tertutup untuk umum, hanya media dan panitia aja yg bisa nonton. hehehe. i'm so lucky to be there.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help