Dalam waktu kurang lebih 9 jam lagi, seluruh masyarakat di dunia akan disuguhkan duel maha dasyhat antara tim Panser melawan tim Matador. Jerman vs Spanyol. Duel yang disebut-sebut sebagai duel ideal untuk menutup sebuah turnamen akbar yang telah mengjibur banyak masyarakat di dunia terutama Eropa dalam waktu sebulan ini.
Siapapun juaranya, akan dipastikan tidak akan ada kata mudah untuk kedua tim dalam proses meraihnya. Jerman maupun Spanyol telah menunjukkan kepada 14 tim yg sudah tersingkir sebelumnya, bahwa perjuangan mereka masuk ke babak akhir turnamen ini adalah suatu pencapaian yang tidak kebetulan. Mereka telah berhasil memperlihatkan kinerja tim yang solid sehingga babak final adalah ganjaran yang setimpal untuk hasil kinerja mereka. Kinerja tim, kata itulah yang terkadang suka dilupakan oleh banyak tim dalam mengarungi sebuah pertandingan. 4 tim yang maju ke babak semifinal Euro 2008 kalau kita lihat secara seksama mereka mempunyai benang merah yang sama, yaitu tim yang solid.
Turki dengan semangat juang pantang menyerah walau harus mengandalkan tim lapis kedua bisa menyulitkan Jerman. Turki membuktikan kepada dunia bahwa sepakbola tidak harus melulu pemain bintang. Tim lapis kedua-nya itu hampir membuat Jerman melakukan babak perpanjangan waktu sebelum gol emas Phillip Lahm di masa injury time.
Rusia yang sudah membukakan mata dunia bahwa tim dengan materi biasa-biasa saja mampu menghantam favorit kuat, Belanda dengan permainan tim yang sangat padu dan menawan. Andrei Arshavin dkk. mampu mengontrol pertandingan selama 120 menit. Suatu permainan yang mengejutkan dikarenakan Belanda dikenal sebagai tim tersolid sepanjang turnamen.
Dan tentu saja kedua tim yang berlaga di final ini, mereka mempunyai kunci yang serupa, kinerja tim yang solid. Spanyol dengan lini tengahnya yang bisa dibilang adalah lini tengah hampir sempurna di dunia, ditambah dengan duo striker yang maut dan Jerman yang dhuni pemain-pemain yang mempunyai spirit tinggi, perpaduan emas antara generasi muda dan tua, bahkan semua pemain bisa dikatakan berbahaya, karena mempunyai ketajaman yang tinggi dalam mengetarkan gawang lawan.
Jika syarat-syarat menjadi juara sudah dipunyai oleh Spanyol dan Jerman, hanya taktik dari pelatih manakah yang paling berhasil diterapkan di lapangan. Dan kalau taktik juga berimbang, tampaknya hanya nasib baik disertai keberuntungan yang akan membawa salah satu negara ini mengangkat trophy kejuaraan Eropa tahun 2008 ini.
Selamat menonton partai final Euro 2008! Siapapun juaranya, semoga kita mendapat tontonan yang mampu membuat semua orang membicarakannya sepanjang hari.
Titis Sapto Raharjo
29 Juni 2008
4:37 PM