Sejarah itu tidak terulang. Rekor buruk itu tidak kembali. Kota Wina menjadi saksi bagaimana para pasukan muda Aragones membuat sejarah baru, melaju ke semifinal setelah 24 tahun selalu tersingkir di babak perempatfinal. Tidak ada lagi kutukan untuk El Matador. Tidak ada lagi tangisan sedih, yg ada hanya tangisan bahagia. Sejarah baru telah diukir. Manolo tidak harus lagi membeli tiket pulang ke Valencia.
Manuel Cáceres Artesero, adalah nama lengkap dari Manolo. Manolo el Del bombo, begitu ia biasa dipanggil oleh para pendukung Spanyol. Dia adalah seorang SUPER FANS. Fans sejati yg tidak pernah melewatkan satupun pertandingan internasional tim nasional Spanyol sejak tahun 1982. Dimanapun Spanyol bertanding, disitulah Manolo berada. Cita-citanya adalah mendatangi 12 Piala Dunia dimana ketika itu usianya akan berumur 77 tahun. Ciri khas Manolo adalah ia selalu memakai kostum timnas Spanyol nomor 12, topi Basque, dan membawa sebuah drum, yg dinamai El bombo de España. Ia juga ingin melihat timnas Spanyol berjaya di pentas internasional.

Dan semalam, mimpi Manolo hampir terwujud. Spanyol berhasil melaju ke semifinal, dan hanya 2 langkah lagi Spanyol akan meraih kembali lambing supremasi benua Eropa untuk kedua kalinya sejak tahun 1964, dimana mereka meraihnya untuk pertama kali. Penalti yg dilesakkan Cesc Fabregas ke gawang Gianluigi Buffon telah membuat kota Madrid, Barcelona, Seville, Valencia, Malaga, hingga seluruh penjuru Spanyol tumpah dalam pesta semalam suntuk. Mereka memang belum juara, namun ketika rekor buruk yg selalu menghantui seluruh penduduk Spanyol berhasil ditaklukkan, pantas rasanya menggelar pesta kecil.
Prajurit Beruang Merah Rusia yg akan dihadapi di Semifinal tampaknya harus mewaspadai benar pasukan Banteng Spanyol. Layaknya Banteng, jika sudah berhasil melewati satu halangan, maka Banteng itu akan terus menyeruduk tanpa bisa ditahan lagi. Apalagi mereka pernah merasakan serudukan banteng Spanyol.
Sehari sebelum pertandingan melawan Italia, Xabi Alonso sempat berujar, “Inilah saat datangnya kebenaran,“ sebuah ucapan yg pantas mewakilkan seluruh armada Luis Aragones dalam menghadapi babak semifinal nanti. Mungkin memang benar kebenaran itu telah datang, dan kebenaran itulah yg akan mengantarkan mereka kembali ke tingkat tertinggi kasta sepakbola Eropa.
Viva Espana!

Titis Sapto Raharjo
23 June 2008
05:33 AM