Butuh waktu satu tahun lamanya untuk saya kembali menyaksikan film garapan Riri Riza ini. Film yg berhasil dibawa Riri and the gank ke festival-festival film cukup ternama di seluruh dunia. Walau banyak kritikan dari berbagai kalangan mengenai pointless-nya film ini, saya tetap berpendapat bahwa 3 Hari Untuk Selamanya adalah film Indonesia terbaik yg pernah saya tonton (selain tentu saja Berbagi Suami, namun itu beda point of view).
Film ini saya anggap terbaik karena banyak aspek-aspek yg sangat dekat dengan kehidupan pribadi saya. Karakter Yusuf yg diperankan oleh Nicolas Saputra kurang lebih sama dengan karakter saya dalam kehidupan sehari-hari. Walau ada perbedaan sedikit, namun saya bisa merasakan Yusuf itu gue banget ! Jadi ketika dalam film ini diceritakan perjalanan Ambar dan Yusuf selama 3 hari ke Yogya, dengan segala obrolan-obrolan mereka tentang segala hal, dari yg penting sampai yg tidak penting (walau banyak obrolan mereka ga penting krn dibawah pengaruh ganja), saya seperti merasakan menjadi Yusuf. Mengingat masa dimana saya juga pernah terlibat obrolan-obrolan seperti itu dengan seorang wanita dengan karakter mirip dengan Ambar. Dibilang penting atau ga penting pembicaraan kami tidaklah berpengaruh karena we’re having a great time.

Ya saya tahu banyak orang mem-bash film ini karena cerita yg cenderung datar dan pointless, tapi Riri Riza juga tahu bahwa banyak juga anak muda diluar sana yg berkarakter atau pernah dalam posisi seperti Yusuf dan Ambar. Ditambah keseluruhan film ini saya melihatnya sebagai film yg sangat independent. Film yg dibuat secara natural, apa adanya, tanpa memperdulikan apa nanti pendapat orang ketika selesai menonton film ini, suka syukur, ga suka yaudah gpp. Tidak heran kalau film ini sukses dibawa ke festival-festival film mancanegara. Sebuah film yg sangat jarang ditemui di Indonesia. Once again, well done Riri Riza. Great soundtrack by FLOAT. And last but not least, tolong dirilis dalam format DVD, karena format VCD yg saya beli kmarin kurang nendang untuk film berkualitas seperti ini plus banyak scene yg disensor, apalagi adegan penting di akhir film.
Kapan ya ada film seperti ini lagi di
Indonesia ??? Hmm…Time will tell. Mudah-mudahan setelah menggarap Laskar Pelangi, Riri Riza membuat film seperti ini lagi.
Untuk review saya tentang film ini :
3 Hari Untuk Selamanya